Hai sobat setia sumberpengertian.ID ! Pada kesempatam yang baik ini mimin akan mengulas seputar pengertian b/c ratio. B/C ratio merupakan merupakan cara untuk mengetahui apakah suatu usah yang kita jalankan menguntungkan atau tidak menguntungkana atau merugi. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai apa itu b/c ratio, mari kita simak artikel berikut ini.

Pengertian B/C Ratio

Pengertian B/C Ratio

B/C Ratio (Benefit Cost Ratio) adalah ukuran perbandingan antara pendapatan dengan Total Biaya produksi (Cost = C). B berarti Benefit, sedangkan C berarti cost. Perhitungan b/c ratio ini dihitung dari tingkat suku bunga.

Dalam batasan besaran nilai B/C digunakan sebagai alat untuk mengetahui apakah suatu usaha menguntungkan atau tidak menguntungkan.

Rumus untuk menghitung b/c ratio adalah :

B/C ratio = Jumlah Pendapatan (B) : Total Biaya Produksi (TC)

Metode ukuran penilaian kelayakan suatu proyek yaitu :

B/C ratio > 1 maka usaha layak untuk dilanjutkan, namun jika B/C ratio < 1 maka usaha tersebut tidak layak atau merugi.

Contoh B/C Ratio (Benefit Cost Ratio)

Berikut adalah contoh dari b/c ratio.

Pembelian suatu mesin seharga Rp.20.000.000 akan memampukan perusahaan guna berhemat sebesar Rp.6.000.000 per tahun. Mesin tersebut diperkirakan berusia pakai 5 tahun dan mempunyai sisa akhir usia pakai sebesar Rp.4.000.000. Jika pemilik perusahaan mengingingkan tingkat pengembalian minimal 15% per tahun, apakah pembelian tersebut layak dilakukan?

Penyelesaian:

B/C = (6000000 + 4000000(A/F,15%,5))/(20000000(A/P,15%,5)

B/C = (6000000 + 4000000(0,14832))/(20000000(0,29832))

B/C = 1,11

Oleh karena nilai B/C ≥ 1, pembelian peralatan baru tersebut dianggap menguntungkan.

Benefit Cost Ratio dengan Inkremental

Guna melakukan analisis benefit cost ratio terhadap lebih dari satu alternatif, harus dilakukan cara inkremental seperti pada analisis rate of return. Kriteria pengambilan keputusan berdasarkan nilai B/C yang didapatkan.

Apabila dua alternatif yang dibandingkan diperoleh nilai B/C ≥ 1, maka alternatif dengan biaya yang lebih besarlah yang akan dipilih. Namun apabila dari dua alternatif yang dibandingkan diperoleh B/C < 1, maka alternatif dengan biaya yang lebih kecil yang akan dipilih.

Berikut ini adalah contoh dari Benefit Cost Ratio dengan Inkremental.

Sebuah perusahaan hendak membeli sebuah mesin guna meningkatkan pendapatan tahunannya. Dua alternatif mesin dengan usia pakai masing-masing 8 tahun ditawarkan kepada perusahaan.

Pengertian B/C Ratio (Benefit Cost Ratio) serta Contohnya !

Dengan MARR 15% per tahun, tentukan mesin yang harus dibeli.

Penyelesaian:

Urutan alternatif: DN, X, Y.

Membandingkan DN dengan mesin X.

Pengertian B/C Ratio (Benefit Cost Ratio) serta Contohnya !

B/C = (750000(P/A,15%,8) + 1000000(P/F,15%,8))/2500000

B/C = (750000(4,48732) + 1000000(0,32690))/2500000

B/C = 1,48

Sebab nilai B/C ≥ 1, pembelian mesin X layak dilakukan.

Membandingkan mesin X dengan mesin Y.

Pengertian B/C Ratio (Benefit Cost Ratio) serta Contohnya !

B/C = (150000(P/A,15%,8) + 500000(P/F,15%,8))/1000000

B/C = (150000(4,48732) + 500000(0,32690))/1000000

B/C = 0,84

Sebab nilai B/C < 1, maka pilih mesin X.

Baca Juga : Pengertian Usaha Kecil Menengah

Demikian yang dapat mimn sampaikan. Terimakasih telah mengujungi blog kami di Sumberpengertian.id. Semoga artikel ini bermanfaat yaa… 😀

One thought on “Pengertian B/C Ratio (Benefit Cost Ratio) serta Contohnya !”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *