Sobat pasti sudah faham kan tentang definisi inflasi ? Jika belum kami telah mengulasnya pada artikel sebelumnya yakni pengertian inflasi secara umum dan menurut para ahli. Pada artikel ini kami akan melanjutkan pembahasan tentang inflasi, penyebab terjadinya inflasi, Jenis-jenis Inflasi dan dampak inflasi.

Pengertian Inflasi

Pengertian Inflasi

Pengertian Inflasi adalah inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.

Pengertian Inflasi Menurut Para Ahli

Berikut adalah pengertian inflasi menurut para ahli :

1. A. P. Lahnerinflasi

Menurut A. P. Lahnerinflasi, Inflasi adalah suatu keadaan yang di mana sudah terjadinya kelebihan dari suatu permintaan atas barang-barang di dalam suatu perekonomian dengan cara menyeluruh.

2. Bambang dan Aristanti, 2007

Inflasi menurut Bambang dan Aristanti adalah proses kenaikan harga-harga umum secara terus menerus. Kejadian inflasi akan mengakibatkan menurunnya daya beli masyarakat. Hal ini terjadi dikarenakan dalam inflasi akan terjadi penurunan tingkat pendapatan.

3. Dwi Eko Waluyo

Menurut Dwi Eko Waluyo Inflasi adalah salah satu bentuk dari penyakit-penyakit ekonomi yang sering terjadi dan dialami hampir di semua negara. Kecenderungan dari kenaikan suatu harga-harga pada umumnya dan terjadi secara terus-menerus.

4. Gerald J. Thuesen dan W. J. Fabrycky

Pengertian Inflasi adalah suatu keadaan yang menggambarkan suatu perubahan atas tingkat harga di dalam sebuah perekonomian.

5. Investoword

Inflasi merupakan kenaikan harga umum keseluruhan barang dan jasa dalam suatu perekonomian yang biasanya diukur dengan indeks harga konsumen (Consumer Price Index) dan Indeks Harga Produsen (Producer Price Index).

6. Marcus

Inflasi merupakan sebuah nilai pada saat tingkat dari suatu harga barang atau pun jasa umumnya yang sedang mengalami kenaikan.

7. Mc. Eachern

Inflasi merupakan suatu keadaan yang di mana kenaikan secara terus-menerus di dalam rata-rata tingkat suatu harga. jika tingkat harga itu berfluktuasi, maksudnya dengan keadaan pada bulan ini naik bila pada bulan depannya lagi turun, bila pada saat setiap kenaikan kerja itu bukanlah termasuk dalam suatu inflasi.

8. Nanga

Inflasi menurut Nanga merupakan suatu gejala ketika tingkat dari 1 harga pada umumnya sedang mengalami kenaikan terus-menerus. Namun, jika keadaan kenaikan pada harga ini terjadi dalam sekali masa saja itu tidak bisa dikatakan dengan terjadi sebuah inflasi.

9. Nopirin

Definisi Inflasi adalah suatu proses dari suatu kenaikan harga pada umumnya dan akan bergerak secara terus-menerus, misalnya pada barang-barang primer kebutuhan sehari-hari.

10. Nordhaus dan Samuelson

Inflasi menurut Nordhaus dan Samuelson adalah suatu keadaan dari kenaikan harga pada umumnya.

11. Parkin dan Bade

Menurut Parkin dan Bade kenaikan harga umum keseluruhan barang dan jasa dalam suatu perekonomian yang biasanya diukur dengan indeks harga konsumen (Consumer Price Index) dan Indeks Harga Produsen (Producer Price Index); kebalikan dari deflasi.

12. Rahardja

Defiisi inflasi adalah suatu kecenderungan atas harga yang berguna untuk meningkat secara terus-menerus pada umumnya. Ketika harga barang sedang mengalami kenaikan hampir sebagian besar dari harga barang pada umumnya itulah yang disebut dengan sebagai Pengertian Inflasi.

13. Rimsky K. Judisseno

Inflasi merupakan salah satu kejadian yang dimana di mana moneter yang ditunjukkan dari satu kecenderungan dari naiknya harga barang-barang pada umumnya. Dalam kejadian ini berarti sedang terjadinya penurunan tingkat nilai mata uang.

14. S. Sukirno

Inflasi merupakan suatu proses ketika terjadinya suatu kenaikan harga yang berlaku terhadap perekonomian.

15. Sukwiaty, dkk., 2009

Menurut Sukwiyati dkk, Inflasi merupakan proses suatu kejadian dan bukan tinggi rendahnya tingkat harga. Sehingga, jangan menganggap kalau tingkat harga tinggi itu berarti inflasi tinggi. Inflasi terjadi kalau proses kenaikan harga yang terus menerus dan saling pengaruh mempengaruhi.

16. Weston dan Sopeland

Menurut Weston dan Sopeland Inflasi adalah suatu keadaan di bidang ekonomi yang sedang diterpa oleh suatu kenaikan di tingkat harga yang paling tinggi serta tidak bisa untuk dicegah atau pun dikendalikan kembali.

17. Winardi

Inflasi merupakn suatu periode pada masa tertentu, yang terjadi ketika suatu kekuatan dalam membeli terhadap kesatuan moneter menurun. Dalam pengertian Inflasi tersebut bisa timbul jika nilai uang yang didepositokan akan beredar lebih banyak dibandingkan atas jumlah barang atau pun jasa yang ditawarkan.

18. Wordnet 1,6 (1997/Universitas Princeton)

Pengertian inflasi adalah peningkatan harga umum secara progresif; “Saat inflasi terjadi, semuanya semakin bernilai kecuali uang”.

19. Kamus Lengkap Webster’s New Universal (1983)

Menurut Kamus Lengkap Webster’s New Universal (1983), Inflasi adalah peningkatan jumlah mata uang yang beredar yang mengakibatkan penurunan nila mata uang yang tajam dan tiba tiba serta kenaikan harga: Hal ini dapat disebabkan oleh peningkatan jumlah uang kertas yang dikeluarkan atau emas yang ditambang atau peningkatan pengeluaran relatif seperti saat pasokan barang gagal memenuhi permintaan.

20. Kamus Bahasa Inggris American Heritage edisi Ke-IV

Inflasi adalah peningkatan terus-menerus di tingkat harga konsumen atau penurunan terus-menerus dalam daya beli uang, disebabkan oleh peningkatan mata uang yang tersedia dan kredit di luar proporsi barang dan jasa yang tersedia. Dalam pengertian inflasi ini inflasi didefinisikan sebagai sebuah akibat bukan sebagai sebab.

Penyebab Inflasi

Penyebab Inflasi

Penyebab utama inflasi adalah kenaikan biaya produksi dan kenaikan permintaan. Berikut adalah penyebab inflasi secara spesifik.

  • Inflasi karena Kenaikan Permintaan (Demand Pull Inflation)
  • Inflasi karena biaya produksi (Cos Pull Inflation)
  • Inflasi karena Jumlah Uang yang Beredar Bertambah

Jenis-jenis Inflasi

Inflasi ini dapat dibedakan dalam beberapa jenis tergantung tingkat keparahan, sumber da penyebabnya. Berikut adalah jenis-jenis inflasi :

Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahannya

Berdasarkan tingkat keparahannya dibedakan menjadi beberapa jenis yakni :

1. Inflasi Ringan

Inflasi Ringan merupakan jenis inflasi yang belum begitu mengganggu situasi dan kondisi perekonomian. Inflasi ini masih mudah untuk dikendalikan. Memang harga-harga naik secara umum, akan tetapi belum terlalu menyebabkan krisis di sektor ekonomi. Inflasi ringan berkisar dibawah 10% per tahun.

2. Inflasi Sedang

Inflasi sedang adalah inflasi yang belum terlalu membahayakan keadaan ekonomi namun inflasi ini dapat menurunkan tingkat kesejahteraan orang-orang yang berpenghasilan tetap. Adapun inflasi sedang berkisar antara 105 sampai 305 per tahun.

3. Inflasi Berat

Inflasi berat dapat mengacaukan kegiatan perekonomian. Saat terjadi inflasi berat, umumnya orang akan cenderung untuk menyimpan barang dan mengurungkan niatnya untuk menabung sebab bunga pada tabungan lebih rendah dibandingkan pertumbuhan inflasi. Adapun inflasi berat terjadi antara 30-100% per tahun.

4. Inflasi Sangat Berat (Hyperinflation)

Inflasi Sangat Berat merupakan jenis inflasi yang sudah sangat mengacaukan stuasi perekonomian dan susah untuk dikendalikan meskipun dengan kebijakan fiskan dan kebijakan moneter. Inflasi sangat berat ini berada di 100 % keatas setiap tahunnya.

Inflasi Berdasarkan Sumbernya

Jika dilihat berdasarkan sumbernya, inflasi dapat dibedaka menjadi dua jenis yakni Inflasi yang bersumber dari dalam negeri dan inflasi dari luar negeri.

Inflasi yang bersumber dari dalam negeri bisa terjadi karena penerapan anggaran defisiit atau pencetakan uang baru oleh pemerintah.

Inflasi yang bersumber dari luar negeri terjadi karena ada kenaikan harga secara menyeluruh di luar negeri. Pada perdagangan bebas, banyak negara yang terlibat di dalamnya. Jika suatu negara mengimpor barang pada negara yang sedang mengalami inflasi, maka secara otomatis inflasi tersebut akan mempengaruhi harga-harga dalam negerinya hingga akhirnya mengakibatkan inflasi juga.

Inflasi Berdasarkan Penyebabnya

Dilihat dari penyebabnya Inflasi digolongkan menjadi dua jenis yakni inflasi karena biaya produksi dan inflasi karena kenaikan permintaan.

Inflasi karena kenaikan biaya produksi adalah kenaikan biaya produksi yang menyebabkan harga penawaran barang juga naik, sehingga bisa mengakibatkan inflasi.

Inflasi karena kenaikan permintaan terkadang disebabkan oleh kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi produsen, sehingga harga-harga cenderung menjadi naik. Hal ini sejalan dengan hukum ekomomi yang berbunyi “Jika permintaan naik sedangkan penawaran tetap, maka harga cenderung menjadi naik

Baca juga : Pengertian Investasi Lengkap (Jenis-jenis, Bentuk, Tujuan dan Manfaat)

Dampak Inflasi

Dampak Inflasi

Inflasi juga menyebabkan dampak yang buruk bagi perekonomian diantaranya :

Dampak inflasi terhadap pendapatan

Inflasi juga bisa mengubah pendapatan masyarakat. Perubahan bisa bersifat merugikan atau menguntungkan. Pada beberapa keadaan, inflasi bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu inflasi bisa membantu pengusaha menambah kapasitas produksinya.

Dengan demikian, akan tumbuh lapangan kerja baru serta bertambahnya penghasilan seseorang. Tetapi, bagi masyarakat yang berpendapatan tetap inflasi akan mengakibatkan mereka rugi karena pendapatan yang tetap itu bila ditukarkan dengan barang dan jasa akan semakin sedikit.

Dampak Inflasi terhadap Ekspor

Pada kondisi inflasi, daya saing untuk barang ekspor menjadi berkurang. Penyebab berkurangnya daya saing ini adalah harga barang ekspor yang semakin mahal. Selain itu, inflasi bisa menyulitkan negara dan para eksportir.

Dampak bagi negara adalah mengalami kerugian sebab daya saing barang ekspor berkurang yang mengakibatkan jumlah penjualan menjadi berkurang. Selain itu, devisa yang didapat juga semakin sedikit.

Dampak Inflasi terhadap minat orang untuk menabung

Saat terjadi inflasi, penghasilan riil para penabung menjadi berkurang karena jumlah bunga yang diperoleh pada kenyataannya berkurang disebabkan pertumbuhan inflasi.

Dampak Inflasi terhadap kalkulasi harga pokok

Kondisi inflasi mengakibatkan perhitungan untuk menetapkan harga pokok bisa terlalu besar atau bahkan terlalu kecil. Karena persentase dari inflasi itu sendiri tidak teratur, kita tidak bisa emmastikan berapa persen inflasi untuk suatu masa tertentu.

Dampaknya, penetapan harga jual dan harga pokok sering tidak sesuai. Kondisi inflasi ini bisa mengacaukan kegiatan perekonomian, khususnya untuk produsen.

Cara Mengendalikan Inflasi

Inflasi ternyata dapat dikendalikan dengan beberapa cara berikut ini :

Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal adalah salah satu cara untuk menghindari inflasi dengan cara mempengaruhi pengeluaran dan penerimaan pemerintah.

Kebijakan fiskal yang dilakukan diantaranya adalah :

  • Menghemat pengeluaran pemerintah
  • Menaikkan tarif pajak

Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter juga dapat mengendalikan laju inflasi dengan cara-cara sebagai berikut :

Kebijakan Operasi terbuka

Kebijakan Operas Terbuka dilakukan dengan cara bank sentral mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menjual surat-surat berharga.

Kebijakan Diskonto

Untuk mengatasi inflasi ditetapkan kebijakan diskonto yakni dengan cara meningkatkan nilai suku bunga.

Kebijakan Penetapan Persediaan Kas

Bank Sentral bisa mengambil kebijakan untuk mengurangi keberadaan uang yang beredar dengan cara menetapkan persediaan yang beredar dengan menetapkan dan mengatur persediaan uang kas yang ada di bank-bank. Jadi jika uang yang beredar berkurang, maka inflasi bisa ditekan.

Kebijakan lainnya

Menetapkan harga maksimal untuk beberapa jenis barang. Maksudnya penetapan harga itu dapat mengendalikan harga yang ada sehingga inflasi bisa dikendalikan. Namun perlu diperhatikan, penetapan itu harus realistis. Jika penetapan itu tidak realistis, maka bisa berakibat terjadinya pasar gelap (Black Market).

Meningkatkan produksi dan menambah jumlah barang yang berada di pasaran. Jika ingin menambah produksi, pemerintah bisa mengeluarkan produksi. Misalnya hal ini bisa ditempuh dengam memberi subsidi atau premi pada perusahaan yang bisa memenuhi target tertentu yang sudah ditetapkan. Selain itu, untuk menambah jumlah barang yang beredar, pemerintah juga bisa memudahkan aktifitas impor. Contohnya, dengan menurunkan bea masuk barang impor.

Teori-teori Penyebab Inflasi

Terdapat 3 teori yang menjelaskan tentang inflasi diantaranya Teori Keynes, Teori Kuantitas dan Teori Struktural.

Teori Keynes

Menurut Teori Keynel Inflasi terjadi karena munculnya nafsu berlebihan dari suatu kelompok masyarakat yang ingin memanfaatkan lebih banyak barang dan jasa yang tersedia di pasaran. Karena keinginan yang terlalu berlebihan itu, permintaan menjadi bertambah, sedangkan penawaran masih tetap yang akhirnya mengakibatkan harga menjadi naik.

Teori Kuantitas

Dalam teori kuantitas dijelaskan kaum klasik memiliki pendapat bahwa tingkat harga ditentukan oleh jumlah uang yang beredar. Saat uang yang beredar bertambah, maka harga akan menajdi naik. Bila jumlah barang yang ditawarkan tetap, namun jumlah uang ditambih menjadi 2 kali lipat, maka bisa dipastikan cepat atau lambat harga akan menjadi dua kali lipat juga.

Teori Struktural

Teori Struktural menyatakan bahwa penyebab inflasi dari segi struktural ekonomi yang kaku. Produsen tidak bisa mencegah dengan cepat kenaikan permintaan yang diakibatkan oleh pertumbuhan penduduk. Akhirnya permintaan sulit dipenuhi saat ada pertumbuhan jumlah penduduk.

Inilah pengertian inflasi, jenis-jenis inflasi, Dampak, Cara Mengendalikan serta Teori Inflasi Menurut Para Ahli. Semoga sobat dapat memahami sub bab inflasi yang telah kami sampaikan ini. Salam jumpa di Sumberpengertian.id 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *