Selamat siang sobat, jumpa lagi dengan admin Sumberpengertian.com kali ini kami akan mengulas tentang Pengertian Jaringan dalam IPA dan Biologi. Yuk pelajari bersama-sama tentang Pengertian Jaringan, Jenis-jenis Jaringan pada hewan dan tumbuhan.

Pengertian Jaringan dalam Biologi Lengkap

Pengertian Jaringan

Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama.

Jaringan umumnya dimiliki oleh suatu organisme namun pengecualiannya adalah pada tumbuhan uniseluler yakni bakteri yang hanya terdiri dari satu sel saja.

Jaringan Pada Hewan dan Manusia

Terdapat beberapa jaringan yang membentuk tubuh hewan dan manusia diantaranya :

Jaringan epitelium

Jaringan epitelium merupakan jaringan yang disusun oleh lapisan sel yang melapisi permukaan organ seperti permukaan kulit. Jaringan ini berfungsi untuk melindungi organ yang dilapisinya, sebagai organ sekresi dan penyerapan.

Jaringan pengikat

Sesuai namanya, jaringan pengikat berfungsi untuk mengikat jaringan dan alat tubuh. Contoh jaringan ini adalah jaringan darah.

Jaringan otot

Jaringan otot terbagi atas tiga jenis yakni jaringan otot polos yang dapat ditemukan di organ tubuh bagian dalam, jaringan otot lurik yang dapat ditemukan pada rangka tubuh, dan jaringan otot jantung yang dapat ditemukan di jantung.

Jaringan saraf

Jaringan saraf merupakan sebuah jaringan yang berfungsi untuk mengatur aktivitas otot dan organ serta menerima dan meneruskan rangsangan.

Jaringan penyokong

Jaringan penyokong merupakan jaringan yang terdiri dari jaringan tulang rawan dan jaringan tulang yang berfungsi untuk memberi bentuk tubuh,melindungi tubuh,dan menguatkan bentuk tubuh

Jaringan Pada Tumbuhan

Jaringan tumbuhan relatif lebih homogen daripada jaringan hewan. Tumbuhan tidak memiliki kemampuan lokomosi (berpindah)/bergerak secara aktif sebagaimana hewan.

Namun banyak sel-sel baru terbentuk untuk berbagai jaringan sebagai kompensasi banyaknya sel-sel yang mati, yang menjadi pasif karena berperan sebagai sel-sel penyimpan cadangan energi (misalnya pada buah atau umbi) atau metabolit sekunder, dan untuk mengisi jaringan baru karena tumbuhan selalu bertambah massanya, khususnya bagi tumbuhan tahunan.

Jaringan yang aktif kemudian memperbanyak diri dan tidak memiliki fungsi khusus disebut jaringan meristematik, sementara jaringan yang telah mantap dengan fungsinya disebut jaringan tetap/permanen.

Jaringan meristem

Jaringan meristematik terdiri dari sel-sel meristem, suatu analog dari sel-sel punca (stem cells) hewan.

Jaringan ini dapat ditemukan pada titik-titik tumbuh di ujung batang dan akar (disebut meristem pucuk/ujung/apikal), di bawah kulit kayu (sebagai kambium gabus maupun kambium pembuluh, disebut meristem tepi/lateral), dan di tepi ruas atau buku, serta pada pangkal tangkai daun (meristem antara/interkalar).

Jaringan ini, terutama meristem ujung, mudah diinduksi untuk diperbanyak secara in vitro. Dalam jargon kultur jaringan, sel-sel ini dikatakan bersifat embrionik (“dapat membentuk embrio”).

Jaringan meristematik juga terbentuk apabila ada bagian tumbuhan yang terbuka, misalnya karena terluka. Mobilisasi beberapa fitohormon, biasanya auksin dan sitokinin, akan memicu terbentuknya sel-sel meristem yang membentuk semacam jaringan tidak terdiferensiasi yang disebut kalus.

Jaringan permanen

Jaringan permanen dikategorikan menjadi tiga kelompok utama yakni

  • Epidermis atau jaringan pelindung yang terdiri dari sel-sel yang menyusun lapisan luar daun dan bagian-bagian tumbuhan yang masih muda.
  • Jaringan pengangkut menyusun xilem dan floem.
  • Jaringan dasar yakni parenkim, klorenkim, kolenkim, dan sklerenkim.

Inilah pengertian Jaringan lengkap dengan komponen-komponen penyusunnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya di Sumberpengertian.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *