Hello sobat sumberpengertian ! Pada postingan kali ini mimin akan menyapa sobat pembaca tentang Sistem Pernapasan Pada Manusia. Bernapas ialah proses pemasukan oksigen dan pengeluaran karbon dioksida dari dalam tubuh. Proses pernapasan (respirasi) berlangsung secara terus-menerus tanpa berhenti salam makhluk hidup tersebut masih hidup. Apa saja organ-organ pernapasan manusia ? Yuk langsung saja mari kita simak artikel berikut ini.

Sistem Pernapasan Pada Manusia, Organ-Organ, dan Gangguan Pernapasan Pada Manusia !

Sistem Pernapasan Pada Manusia

Pernapasan atau respirasi adalah proses pengambilan oksigen, penggunaan oksigen untuk pembakaran yang menghasilkan energi, dan pengeluaran karbon dioksida. Proses pernapasan meliputi dua tingkat, yaitu respiraso luar dan respirasi dalam. Respirasi luar adalah berlangsungnya difusi gas dari luar masuk kedalam aliran tubuh.

Sedangkan respirasi dalam adalah berlangsungnya pertukaran gas dai darah ke sel-sel tubuh.

Organ-Organ Pernapasan Pada Manusia

Alat pernapasan manusia terdiri atas hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan paru-paru.

Hidung

Udara dari luar akan masuk kedalam tubuh manusia melalui rongga hidung. Rongga hidung dilengkapi dengan rambut-rambut kecil (silia) dan selaput lendir yang memiliki fungsi sebagai berikut.

  • Untuk menyaring debu dan kuman-kuman yang masuk bersama udara.
  • Guna menyesuaikan suhu udara dengan suhu badan.
  • Untuk mengatur kelembapan udara yang masuk.

Selain selaput lendir dan rambut-rambut kecil (silia), hidung juga dilengkapi dengan indra pembau dan konka. Indra pembau berguna untuk merasakan bau-bau yang tercium dari lingkungan. Sedangkan konka berguna menghangatkan udara yang masuk ke dalam tubuh.

Faring

Udara yang telah masuk kedalam rongga hidung kemudian masuk kedalam tenggorokan melalui faring. Faring adalah rongga pertigaan kearah saluran pencernaan (esofagus), saluran pernapasan (trakea), dan saluran kerongga hidung.

Faring memiliki fungsi utama yakni sebagai saluran pencernaan. Faring membawa makanan masuk ke dalam kerongkongan. Slain itu,faring juga berfungsi dalam proses masuknya udara ke dalam pita suara guna menghasilkan suara.

Laring (Pangkal Tenggorokan)

Pangkal ternggorokan tersusun atas pangkal tenggorok (epiglotis), perisai tulang rawan(tulng rawan tiroid), dan gelang-gelang tulang rawan (tulang rawan krikoid) yang membentuk jakun. Didalam jakun terdapat pita suara. Jika suara melewati pita suara, pita akan bergetar dan keluarlah suara waktu berbicara.

Tenggorokan (Tarakea)

Tengorokan atau trakea merupakan tabung atau pipa tempat keluar masuknya udara. Silia yang terdapat pada dinding trakea berguna untuk menyaring benda-benda asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan. Kemudian kotoran atau debu yang masuk ke dalam tenggorokan akan didorong ke atas oleh silia dan dikeluarkan melalui mulut dengan mekanisme batuk.

Batang tenggrorokan berbentuk panjang seperti pipa dengan panjang kira-kira 10 cm yang memiliki sifat kaku. Dinding batang tenggorokan tediri atas 16-20 gelang tulang rawan yang berbentuk lingkaran yang tidak lengkap seperti tapal kuda.

Bronkus (Cabang Tenggorokan)

Bronkus merupakan saluran penghubung antara batang tenggorokan dengan paru-paru. Trakea dan bronkus dilapisi oleh selaput lendir dan selnya memiliki selaput getar yang selalu bergetar kearah laring. Kuman-kuman dan debu yang masuk dapat terperangkap dalam lendir kemudian dikeluarkan melalui mulut. Bronkus mempunyai cabang-cabang yang lebih halus yang disebut dengan bronkiolus.

Bronkiolus

Bronkiolus merupakan cabang dari bronkus. Bronkiolus merupakan pipa-pipa kecil didalam paru-paru. Jumlah bronkiolus pada paru-paru sebelah kanan adalah 3 buah, sedangkan pada sebelah kiri berjumlah 2 buah.

Gelembung-gelembung kecil yang terdapat pada ujung bronkiolus disebut dengan alveolus. Bronkiolus memiliki fungsi utama, yakni menghubungkan bronkus dengan alveolus dan guna mengatur banyaknya udara yang didistribusikan ke paru-paru melalui mekanisme dilatasi (melebar) dan konstriksi (menyempit) .

Paru-Paru

Paru-paru merupakan tempat terjadinya penyerapan oksigen dan pengeluaran karbon dioksida. Paru-paru terletak pada rongga dada mausia diatas diafragma. Paru-paru dibungkus oleh selaput paru-paru yang disebut dengan pleura.

Ukuran paru-paru sebelah kanan lebih besar daripada paru-paru sebelah kiri. Hal ini disebabkan karena paru-paru kanan memiliki 3 lobus sedangkan sebelah kiri memiliki 2 lobus. Jaringan penyusun paru-paru memilikisifat elastis dan mempunyai rongga-rongga.

Didalam paru-paru tepatnya diujung bronkiolus yang bercabang terdapat gelembung paru-paru atau alveolus yang mengandung pembuluh kapiler darah.

Proses pengisapan oksigen dan karbon dioksida terjadi pada alveolus. Udara dalam alveolus memberikan oksigen dan sebaliknya menerima karbon dioksida dari darah. Pertukaran gas tersebut terjadi pada permukaan alveolus yang sangat tipis dari dinding kapiler.

Antara rongga dada dan rongga perut terdapat sebuah pemabatas yang disebut dengan diafragma. Sekat ini berfungsi bagi proses memasukkan udara ke paru-paru (inspirasi) dan mengeluarkan udara dari paru-paru (ekspirasi).

Jenis-Jenis Pernapasan Pada Manusia

Pada proses bernapas terjdi menarik napas (inspirasi) dan menghembuskan napas (ekspirasi). Sekali inspirasi dan ekspirasi disebut sebagai satu kali bernapas. Pernapasan ada dua macam, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut.

Pernapasan Dada

Pengertian pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanisme pernapasan dada dapat dibedakan menjadi berikut.

Fase Inspirasi

Fase inspirasi berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, hal ini mengakibatkan tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.

Fase Ekspirasi

Fase ekspirasi adalah fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Hal ini menyebabkan tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

Pernapasan Perut

Pengertian pernapasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma. Mekanisme pernapasan perut dapat dibedakan menjadi berikut.

Fase Inspirasi

Fase inspirasi berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.

Fase Ekspirasi

Fase ekspirasi adalah fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

Baca Juga : Pengertian Makhluk Hidup dan Ciri-Ciri Makhluk Hidup

Gangguan Pada Sistem Pernapasan Manusia

Berikut merupakan gangguan-gangguan yang terdapat pada sistem pernapasan manusia, diantaranya sebagai berikut.

Asma

Asma adalah penyakit yang disebabkan oleh alergi atau saluran pernapasan tersumbat rambut atau kotoran.Gangguan pada organ pernapasan ini dapat berupa penyempitan saluran pernapasan akibat reaksi terhadap suatu rangsangan tertentu.Penyebab terjadinya serangan asma diantaranya seperti serbuk sari bunga, debu, bulu binatang, asap, udara dingin dan olahraga.

Serangan asma dapat dicegah apabila faktor pemicunya diketahui dan bisa dihindari. Misalnya, serangan yang dipicu oleh olah raga dapat dihindari dengan meminum obat sebelum melakukan olah raga.

Asfiksi

Penyakit ini mengakibatkan terganggunya pengangkutan oksigen ke sel-sel atau jaringan tubuh.

Asidosis

Asidosis adalah kenaikan kadar asam karbonat dan sama bikarbonat dalam darah sehingga pernapasan terganggu.

Bronkhitis

Bronkitis adalah peradangan pada bronkus yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini menyebabkan batuk berdahak.

Diferi

Diferi adalah penyumbatan lendir baik pada rongga faring maupun laring yang disebabkan oleh kuman.

Influenza

Influenza atau bisa disebut dengan flu yaitu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit dapat menular melalui udara ketika penderita sedang bersin. Masa penularan hingga terserang penyakit influenza biasanya memakan waktu 1 sampai 3 hari sejak kontak dengan hewan atau orang yang terkena influensa.

Gejala-gejala umum yang terjadi apabila terkena gangguan pernapasan yang satu ini adalah demam, sakit tenggorokan, sakit kepala, hidung tersumbat dan mengeluarkan cairan, batuk, lesu serta rasa tidak enak badan.

Kasus influensa yang sudah buruk juga dapat mengakibatkan terjadinya pneumonia, yang dapat berujung pada kematian terutama pada anak-anak dan lanjut usia.

Penderita influenza dianjurkan untuk mengasingkan diri atau dikarantina supaya tidak menularkan penyakit hingga mereka merasa lebih sehat. Selain manusia, penyakit ini juga menyerang burung dan binatang menyusui (mamalia) seperti babi dan orang utan.

Flu burung

Flu burung (avian influenza) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasanya terdapat pada burung dan mamalia. Flu burung disebabkan oleh virus influensa tipe A yang menyebar antar unggas. Virus jenis ini dapat bertahan hidup pada suhu yang dingin. Virus ini dapat juga menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, dan manusia.

Virus flu burung ini menular melalui udara atau kontak melalui makanan, minuman, dan sentuhan. Virus ini juga akan mati dalam suhu yang tinggi. Oleh sebab itu daging, telur, dan hewan harus dimasak dengan matang guna menghindari penularan virus flu burung. Pastikan masakan tersebut matang dengan sempurna. Selain itu, kita juga harus menjaga kebersihan diri seperti mencuci tangan menggunakan sabun dan antiseptik.

Unggas sebaiknya unggas tidak dipelihara di dalam rumah. Jika memiliki peternakan, maka perternakan tersebut harus dijauhkan dari perumahan guna mengurangi risiko penularan virus flu burung.
Gejala-gejala umum yang dapat mengakibatkan flu burung adalah demam tinggi, keluhan pernapasan dan perut. Apabila penderita telah terkena virus ini, usahakan agar segera mendapatkan pengobatan karena perkembangan virus flu burung dalam tubuh dapat berjalan dengan cepat.

Flu babi (Swine influenza)

Flu babi merupakan kasus-kasus influensa disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang umumnya menyerang babi. Biasanya penularan viru ini ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, walaupun ditemukan pula kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia. Gejala-gejala flu babi diantaranya demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan hilangnya kesadaran yang berujung pada kematian.

Menurut Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, gejala flu babi ini mirip dengan influensa. Gejala-gejala tersebut seperti demam, batuk, sakit pada kerongkongan, sakit pada tubuh, kepala, panas dingin, dan lemah lesu. Beberapa penderita flu babi ini juga melaporkan gejala yang lainnya seperti buang air besar dan muntah-muntah.

Asbestosis

Asbestosis adalah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan karena menghirup serat-serat asbes, dimana pada paru-paru terbentuk jaringan parut yang luas. Asbestos terdiri atas serat silikat mineral dengan komposisi kimiawi yang berbeda. Menghirup asbes juga mampu mengakibatkan penebalan pleura.

Menghirup serat asbes dapat mengakibatkan terbentuknya jaringan parut (fibrosis) di dalam paru-paru. Jaringan paru-paru yang membentuk fibrosis tidak dapat mengembang dan mengempis sebagaimana mestinya. Beratnya penyakit tergantung pada lamanya pemaparan dan jumlah serat yang terhirup.

Gejala ini muncul secara bertahap dan baru muncul hanya setelah terbentuknya jaringan parut dalam jumlah yang banyak dan paru-paru kehilangan elastisitasnya.

Faringitis

Faringitis adalah penyakit peradangan yang terjadi pada tenggorokkan atau faring. Faringitis juga sering disebut dengan radang tenggorokan. Penyebab radang tenggorokan ini antara lain virus atau kuman yang menyerang pada saat daya tahan tubuh lemah. Pengobatan yang dapat dilakukan antara lain mengkonsumsi makanan yang sehat, buah-buahan yang kaya akan vitamin, dan vitamin.

TBC (Tuberculosis)

Tuberculosis (TBC) adalah penyakit yang dapat mengakibatkan proses difusi oksigen terganggu sebagai akibat timbulnya bintik-bintik kecil pada dinding alveolus. Penyakit TBC ini disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Bakteri Mikobakterium tuberkulosa berbentuk batang dan meiliki sifat tahan asam sehingga dikenal sebagai Batang Tahan Asam (BTA).

Bakteri jenis ini pertama kali ditemukan oleh Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882. Guna mengenang jasa Robert Koch dalam menemukan bakteri tersebut maka bakteri tersebut kemudian diberi nama baksil Koch.
Penyakit TBC pada umumnya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan ketika si penderita TBC batuk. Penyakit TBC yang menyerang anak-anak biasanya penularan berasal dari penderita TBC dewasa.

Bakteri ini sering masuk dan berkumpul didalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak. Terutama pada orang dengan daya tahan tubuh lemah maka akan cepat sekali menyebar. Penyebaran bakteri ini pada tubuh manusia dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening.

Penyakit TBC dapat menginfeksi hampir seluruh tubuh manusia, seperti paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain sebagainya. Organ tubuh yang sering terkena TBC adalah paru-paru.

Emfisema

Emfisema adalah penyakit robeknya dinding alveolus sehingga mengurangi daerah pertukaran gas. Penyebab kehilangan elastisitas pada paru-paru diantaranya adalah karena asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin.

Penderita emfisema umumnya memiliki volume paru-paru lebih besar dibandingkan dengan paru-paru orang pada umunya. Volume paru-paru penderita emfisema lebih besar karena karbondioksida yang seharusnya dikeluarkan oleh paru-paru terperangkap didalamnya.

Berikut ini adalah gejala-gejala emfisema.

  • Sesak napas dalam jangka waktu yang lama dan tidak bisa disembuhkan dengan obat pelega yang biasa digunakan oleh penderita sesak napas.
  • Nafsu makan dan berat badan menurun.

Pencegahan dan solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi panyakit yang satu ini adalah dengan menghindari asap rokok dn berhenti untuk merokok sangat penting.

Kanker Paru-Paru

Penyebab dari kanker paru-paru adalah asap rokok yang mengandung banyak zat yang beracun dan dihisap masuk ke paru-paru dan telah terakumulasi selama puluhan tahun yang kemudian mengakibatkan mutasi pada sel saluran napas dan menyebabkan terjadinya sel kanker. Selain asap rokok, penyebab lainnya adalah radio aktif, bahan kimia beracun, sters atau faktor keturunan.

Gejala-gejala yang timbul terhadap penderita adalah : Batuk, sakit pada dada, sesak napas, batuk berdarah, mudah lelah dan berat badan menurun. Gejala ini baru terlihat jika kanker ini sudah tumbuh besar dan menyebar.
Solusi dan pencegahan penyakit ini antara lain adalah dengan mengurangi dan menghindari rokok dan asap rokok, perbanyak mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak gizi diantaranya mengandung antioksidan guna mencegah timbulnya sel kanker.

Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi yang terjadi pada jaringan paru (parenkim) yang disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur. Pada umunya penyakit ini disebabkan oleh bakteri streptokokus (Streptococcus) dan bakteri Mycoplasma pneumoniae.

Gejala yang timbul pada penderita diantaranya adalah batuk berdahak dengan dahak kental dan berwarna kuning, sakit pada dada, dan sesak napas juga disertai demam tinggi. Penderita dapat melakukan pengobatan dengan meminum antidiotik.

Pencegahan dan solusi yang dapat mengurangi gangguan ini seperti selalu memelihara kebersihan dan menjaga daya tahan tubuh tetap kuat agar dapat mencegah bakteri tidak mampu menembus pertahanan kesehatan tubuh, mencuci tangan sebelum makan, makan makanan yang bergizi serta berolahraga secara teratur.

Baca Juga : Sistem Pencernaan Pada Manusia

Demikian yang dapat mimin sampaikan. Terimakasih telah mengunjungi blog kami di Sumberpengertian.id. Semoga artikel ini bermanfaat yaa.. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *